Sinetron Safa dan Marwah (Astro Prima)



Tajuk : Sinetron Safa dan Marwah
Episode : 232 Episode
Bermula: 17 Ogos 2010 (Astro Prima)
Masa: 2.00 petang
Hari : Selasa hingga khamis
siaran ulangaan : setiap malam di astro prima
Sumber : id.wikipedia.com dan helloskyblu.blogspot.com
Pelakon : Risty Tagor sebagai Safa, Mieke Amalia sebagai Siti, Nikita Willy sebagai Marwah, Umar Lubis sebagai Zainal, Inggrid Kansil sebagai Ratih, Rionaldo Stockhorst sebagai Ilham, Riza Shahab sebagai Adil
Download Sinetron Safa dan Marwah = http://www.khantv.com/Marwah/


Sinetron Safa dan Marwah mengisahkan tentang Marwah (Risty Tagor) adalah seorang gadis cantik, sedikit tomboy, tegar dan baik hati. Ia tinggal bersama ibunya, Siti (Mieke Amalia), di desa nelayan. Marwah tidak pernah menyadari kalau Siti bukanlah ibu kandungnya. Yang ia tahu adalah Marwah ingin membantu ibunya menemukan adiknya, anak Siti yang selalu dirindukan oleh Siti.

Berbeda dengan Marwah, Safa (Nikita Willy) adalah gadis lemah lembut, cantik jelita, baik hati, soleha, dan kaya raya. Tipikal wanita idaman semua laki-laki. Safa tinggal bersama orang tuanya, Zainal (Umar Lubis) dan Ratih (Inggrid Kansil), serta kakaknya yang jahil, Ilham (Rionaldo Stockhorst). lepas dari semua kekurangan keluarganya, Safa sangat menyayangi orangtua dan keluarganya, Safa tak tahu bahwa dia sama sekali tak punya hubungan darah dengan mereka semua.

Suatu saat, Marwah pindah ke Jakarta setelah mendapat beasiswa dari salah satu kampus terkemuka. Di sanalah ia bertemu dengan Safa yang menjadi kembang di kampus itu. Akhirnya persahabatan pun mulai tumbuh di antara Safa dan Marwah. Mereka berdua tak pernah menyadari ikatan apakah yang ada di antara mereka sebenarnya. Marwah kagum sekali pada Safa yang walaupun memiliki segalanya, tetap ingat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang kekurangan. Begitu juga sebaliknya, Safa mengagumi Marwah yang ikhlas dan sukarela untuk mengajar ngaji di Masjid tempatnya biasa memberikan donasi.

Kedekatan mereka berdua membuat Siti berkesempatan bertemu dengan Safa. Bukan main bergetarnya hati Siti saat bertemu dengan Safa. Naluri keibuannya tak bisa dibohongi, walaupun otaknya tak mengerti apa yang terjadi di dalam hatinya. Perhatian siti pun jadi melimpah ruah pada Safa. Perasaanya kuat sekali mengatakan bahwa Safa adalah anaknya yang dulu hilang karena dijual ke keluarga kaya. Hal ini tentu saja membuat heran Marwah. Hati Marwah yang selalu bersih pun mendapatkan ujian. Sanggupkah dia menghindarkan dirinya dari perasaan iri melihat ibunya, satu-satunya orang yang dia miliki ternyata merasakan perasaan yang jauh lebih berarti pada Safa?

Safa dan Marwah kemudian sama-sama berkenalan dengan Adil (Riza Shahab), seorang mahasiswa perantau yang soleh, pintar, dan sangat tampan. Di saat yang berbeda-beda keduanya sama-sama terpikat oleh Adil yang begitu sempurna di mata mereka. Tetapi keduanya sama-sama tak berani menunjukkan perasaan mereka karena, walaupun hanya anak miskin, Adil ternyata merupakan idola kampus karena ketampanan, wibawa, pesona dan kesolehannya.

Tanpa Ilham atau Safa ketahui, ternyata ayah mereka, Zainal, adalah suami Siti yang dikabarkan hilang saat melaut ketika Siti mengandung anaknya (Safa). Zainal menikahi Ratih yang telah punya seorang anak diluar nikah, yakni Ilham. Zainal dan Ratih pun membeli bayi perempuan yang mereka jadikan anak dan dinamai Safa. Safa sebenarnya adalah putri kandung Zainal.

Ketika Ilham membuka lemari, ada beberapa hadiah yang ada di dalam lemari. Ilham pun menjadi curiga bahwa ia bukan anak kandung dari Zainal dan Ratih. Ratih menjadi curiga dengan sikap Zainal. Oleh karena itu, Ratih bertanya kepada Zainal siapa wanita yang berselingkuh dengannya, Zainal memberitahu bahwa sebenarnya ia menikahi Ratih karena disuruh oleh Ayahnya Ratih. Oleh karena itu, Ratih meminta kepada Zainal agar mereka cerai. Namun, beberapa saat kemudian Ratih meninggal.

Ayah Ello pun yakin bahwa anak kandungnya adalah Ilham. Oleh karena itu, ia melakukan pendekatan kepada Safa dan Ilham agar mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dan usaha pun tidak sia-sia. Ternyata, Ilham adalah anak kandungnya dari Ayah Ello.

Ratna ingin menguasai harta saudaranya yaitu Ratih. Maka, ia melakukan berbagai cara agar harta Ratih jatuh ke tangannya. Salah satunya, dengan memberitahu bahwa Zainal atau Kang Usep dulu menikah. Karena dalam surat wasiat tersebut disebutkan apabila Zainal berkhianat, ia harus diusir. Ratna melakukan kerjasama dengan Keluarga Pak Rajaf agar dapat menguasai harta Ratih. Ia menjanjikan membagi harta tersebut kepada Keluarga Pak Rajaf. Namun, setelah rencana berhasil, Ratna tidak membagikan harta tersebut kepada Keluarga Pak Rajaf. Lalu, balas dendam pun terjadi antara Keluarga Pak Rajaf dan Ratna.

Pada suatu saat, Ratna membanting Bu Zalimah dengan batu besar. Zalimah pun tewas. Pada awalnya, banyak orang menduga bahwa pelakunya adalah Safa. Namun, Bu Siti mengaku bahwa ia yang sudah membunuh Bu Zalimah karena tidak tega anaknya dipenjara. Pak Kadir yang tahu bahwa Bu Ratnalah yang sudah membunuh. Sementara itu, Ratna akan memberi bukti tentang kasus pembunuhan Bu Zalimah asalkan memberi sebagian harta. Dan pada akhirnya Pak Rajaf dan Atika mengetahui rencana tersebut. Lalu, dia akan membuat pernyataan kalau Bu Siti sudah bebas, Keluarga Pak Zainal harus menyerahkan hartanya kepada Bu Ratna.

Ratna memberitahu bahwa Pak Rajaf dan Atika harus membunuh Safa agar bisa mendapatkan uang. Terjadi kecelakan angkot, banyak orang mengira bahwa Safa sudah mati. Padahal, ia masih hidup dan menjadi incaran Pak Rajaf dan Atika. Safa pun berusaha menghindar namun akhirnya tertangkap. Bu Siti pun berusaha membebaskan Safa. Namun, usahanya gagal. Ia malah dibuang. Ketika seseorang menemukan Bu Siti, langsung dibawa ke UGD. Setelah beberapa kali berusaha kabur, akhirnya Safa bisa keluar dan orang sudah tidak mengira bahwa Safa sudah mati.

Atikah diperkosa oleh orang yang tidak dikenal. Namun, Atikah mengaku bahwa Ilham yang sudah memperkosanya. Akhirnya Ilham dipenjara.

Ibunya Ello mengalami gangguan jiwa.


Sinopsis Sinetron Safa dan Marwah (episode awal)

Sinetron Safa dan Marwah dimulai Di suatu desa SITI (25) wanita muda yang sholeha tapi miskin tengah berjuang melahirkan seorang diri di rumah seorang bidan. Siti tak ditemani oleh siapapun, sebab suaminya baru saja meninggal saat sedang melaut.

Bersamaan ada seorang wanita ZALIMAH (25) seorang wanita licik, yang diam-diam berprofesi sebagai penculik dan penjual bayi, juga berpura-pura melahirkan di saat yang bersamaan. Zalimah telah lama berpura-pura hamil anak keduanya, karena dia punya rencana jahat merebut bayi Siti. Rencana Zalimah ini didukung oleh Rajaf, suaminya, yang berhati tak kalah busuk... Rajaf rupanya telah membayar bidan tersebut untuk melancarkan rencana mereka.

Siti pun melahirkan. Alangkah kagetnya Siti, saat bidan itu masuk kembali ke ruangannya, bidan kemudian mengatakan bahwa bayi Siti itu meninggal. Siti merasa itu tak mungkin. Sebab Siti yakin dia mendengar tangisan bayinya yang begitu keras, bahkan sempat melihat betapa sehatnya dia walaupun cuma sekilas. Siti pun jadi histeris. Para tetangga yang menjenguk Siti pun curiga. Tapi Bidan kemudian membawa mayat bayi itu sebagai bukti kepada Siti.

Siti yang hancur hati terus menangis. Tapi sang Bidan malah mengusir Siti. Siti akhirnya pun pergi. Tak sengaja Siti malah melihat bayi di tangan Zalimah. Alangkah kagetnya Siti karena dia melihat tanda lahir itu. Siti langsung menghampiri Zalimah dan minta bayinya dikembalikan. Tapi Zalimah menolak mentah-mentah dan tetap mengakui bayi itu sebagai putrinya. Mereka pun bertengkar hebat.

Akhirnya, pertengkaran mereka pun dibawa ke kepala desa. Siti menceritakan semuanya. Zalimah juga menceritakan versinya sendiri. Kepala desa akhirnya mencari akal untuk menyelesaikan masalah itu. Dia mengambil parang dan bilang kalau mereka tak berdamai, lebih baik bayi ini dibelah dua saja biar adil. Bukan main kagetnya Zalimah dan Siti. Siti ketakutan dan memohon agar Kepala Desa jangan melakukan hal itu. Siti rela menyerahkan bayi itu pada Zalimah. Zalimah kegirangan.

Tapi Tuhan maha adil! Uang panas yang diterima bidan dari Zalimah rupanya tak berbuah baik. Malah membuat Bidan celaka. Bidan yang akhirnya cacat ini pun akhirnya sadar akan teguran Tuhan. Bidan bertobat. Dia akhirnya memberitahu segalanya pada Siti. Bukan main kagetnya Siti. Namun, alangkah kagetnya sang Bidan karena Siti tidak marah pada sang Bidan. Malahan Siti memaafkan sang Bidan. Dan akhirnya membuat sang Bidan bisa meningga dengan tenang.

Siti berusaha mencari zalimah, tapi zalimah dan rajaf sudah menghilang bersama bayinya. Siti sangat sedih. Untuk melupakan segalanya, Siti pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari kampung itu dan memulai hidup baru. Dalam perjalanan, Siti bertemu dengan seorang anak perempuan berumur 2 tahun yang menggembel dan dikejar-kejar kamtib. Siti kasihan sekali pada anak itu. Akhirnya Siti pun mengasuhnya dan mengangkatnya menjadi anaknya. Siti memberinya nama Marwah.

Sementara itu, di Jakarta, putri Siti tumbuh dewasa menjadi anak orang kaya raya yang lemah lembut, baik hati, cantik jelita, dan pintar. Dia dipanggil Safa. Safa memiliki seorang kakak laki-laki yang tengil, suka hura-hura, dan sedikit jahil bernama Ilham. Toh Safa tahu bahwa hati Ilham baik. Namun demikian, Safa selalu merasa bahwa Ilham menjaga sedikit jarak dengannya. Safa tak tahu bahwa secara tak sengaja, Ilham sebenarnya tahu bahwa Safa bukan adik kandungnya. Namun Ilham tak sampai hati memberitahu Safa akan hal itu.

Siti sendiri hidupnya masih tetap pas-pasan. Toh dia tetap cukup terhibur dengan kehadiran Marwah. Sebab Marwah telah tumbuh menjadi gadis yang cantik, tegar, pemberani, sedikit keras kepala tapi berhati baik dan rajin beribadah. Marwah tak pernah ingat bahwa dia bukan putri kandung Siti. Siti sendiri tak sampai hati memberitahu Marwah akan hal itu. Dia pun membiarkan Marwah mengira bahwa dirinya adalah putri kandung Siti. Namun, tak sedetikpun Siti melupakan putrinya. Sejak kecil Marwah juga mengetahui kerinduan hati Siti ini. Sejak kecil Marwah pun cuma punya satu tekad, mempertemukan ibunya dengan “adiknya” itu suatu saat nanti.

Marwah akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa di sebuah kampus ternama di Jakarta. Marwah sangat bahagia. Siti juga sangat bahagia. Di sanalah Marwah kemudian bertemu dengan Safa... Dan nasib pun seperti terus berusaha mengikat mereka, tanpa mereka pernah menyadari ikatan apakah yang ada di antara mereka sebenarnya.

Dan kisah cinta segi empat antara Safa, Marwah, Ilham (yang sebenarnya merasakan perasaan suka sejak dia tau kalau Safa bukanlah adik kandungnya, tapi tidak pernah menyadarinya selama ini), dan Adil – seorang lelaki tampan, soleh, bijak, sederhana, anak penjaga masjid, semakin memberikan bumbu yang membuat kisah ini semakin menarik dan tidak ada habisnya untuk digali.



Lirik Lagu ST 12 - Biarkan Jatuh Cinta
(OST Sinetron Safa dan Marwah)


Mata ini indah melihatmu
Rasa ini rasakan cintamu
Jiwa ini getarkan jiwamu
Jantung ini detakkan jantungmu

Dan biarkan aku padamu
Menyimpan sejuta harapan aku padamu
Rasa ini tulus padamu
Takkan berhenti sampai aku mati

Reff:
Biarkan aku jatuh cinta
Pesona ku pada pandangan saat kita jumpa
Biarkan aku 'kan mencoba
Tak peduli kau berkata 'tuk mau atau tidak

Mata ini indah melihatmu
Rasa ini rasakan cintamu
Jiwa ini getarkan jiwamu
Jantung ini detakkan jantungmu

Back to Reff: 3x

Mata ini indah melihatmu
Rasa ini rasakan cintamu